Usaha Tenun Songket Muti Ranik Gentan Kini ‘Mati Suri’
![]() |
| Asrul St. Basa |
Menyikapi hal ini, seorang anggota DPRD Kota Payakumbuh, Syafrizal, mengaku prihatin atas kondisi tersebut. “Sebenarnya, bicara soal home industri di Kota Payakumbuh, banyak yang harus kita benahi. Apalagi usaha tenun yang pernah dikelola Muti Ranik Genta. Selama ini, kita lihat, keberadaan home industri sangat berperan meningkatkan sektor ekonomi dan malah dapat memperkejakan karyawan puluhan orang,” ujar Syafrizal berkomentar.
Menurut Syafrizal, mati surinya usaha tenun tersebut, diharapkan menjadi perhatian Pemerintah Kota Payakumbuh. “ Keberadaan usaha tradisional seperti tenun itu, sebenarnya suah semakin langka dan butuh dukungan pihak pemerintah. Jika usaha tenun itu tidak diayomi dan tidak mendapat dukungan oleh pihak pemerintah, dikhawatirkan usaha tenun tradisional itu akan punah di Ranah Minang,” ulasnya.
Syafrizal mengatakan, produk songket dan pakaian adat Mnang asal Kota Payakumbuh sudah banyak pula dikomersilkan dan diekspor ke luar negeri seperti Amsterdam, Jepang, Malaysia, Singapura, Thailand dan sebagainya. Malah, jenis usaha bordir asal Payakumbuh yang kini berkembang sampai ke pelosok kelurahan, hak paten bordir asal Payakumbuh sudah menjadi hak daerah lain.
“Makanya, kedepan, kita harapkan dinas terkait serius memfasiltisi usaha kerajinan tenun, bordir termasuk usaha home industri lainnya mendapar dukungan dari Pemko Payakumbuh,“ harap Syafrizal.
Di tempat terpisah, pengusaha tenun songket dan pakaian adat minang Muti Ranik Gentan, Asrul St. Basa (78), kepada sejumlah wartawan di Payakumbuh, Jum’at (28/11), mengatakan, usaha yang dikelola sudah lama tidak dapat dilanjutkan lagi.
“Tidak jalannya usaha tenun ini, disebabkan saya sudah tua, anak dan keponakan tidak hobi berbisnis tenun, makanya segala peralatannya senilai Rp400 juta lebih terpaksa dikandangkan,” aku Asrul St Basa.
Menurutnya, jika Pemko Payakumbuh menginginkan rumahnya yang berada di komplek Ngalau Indah yang selama ini dijadikannya sebagai usaha kerjainan tenun dikelola Pemko, dia siap menyerahkan agar usaha tenun yang pernah dirintisnya dan mengharumkan nama Kota Payakumbuh itu kembali berjaya. (sakti)

Post a Comment