Pungli Merajalela di Lokasi Jalan Amblas Tanjung Pauh
![]() |
| Jalan amblas sepanjang 100 meter di Jorong Pasar Buyuah Kenagarian Tanjung Pauh, Pangkalan, Limapuluh Kota, beberapa hari lalu. Foto M. Iqbal Permata |
LIMAPULUH KOTA, MINANGTERKINI- Para pengendara kendaraan bermotor, utamanya roda empat yang melintas di jalan nasional Sumbar –Riau di lokasi jalan amblas Tanjung Pauh, Kecamatan Pangkalan Kotobaru, Kabupaten Limapuluh Kota, mengeluh adanya punggutan liar (pungli) dilakukan oknum masyarakat.
Seorang pengendaran warga Payakumbuh yang bermukim di Kota Pekanbaru, Irwanto, mengaku ketika hendak kembali ke Pekanbaru kepada media ini menyampaikan keluhannya terhadap ulah oknum masyarakat tersebut.
Dia mengatakan, modus pungli yang dilakukan masyarakat itu adalah dengan cara mendatangi pengendara mobil yang lagi antrian kemudian oknum masyarakat itu menawarkan jasa akan mendahulukan kendaraannya dari antrean panjang, dengan catatan si pengendara mobil harus membayar Rp. 150-300 ribu.
Herannya, beber Irwanto, aparat kepolisian yang bertugas di lokasi jalan amblas itu, justru terkesan tutup mata terhadap adanya aktivitas pungli di jalan ambalas tersebut. Buktinya, ketika si pelaku pungli bolak balik menuntun mobil yang berhasil ‘dimangsanya’, sang oknum aparat kepolisian itu seperti membiarkan kejadian itu terjadi.
“Seharusnya, oknum aparat kepolisian yang ditugasi mengatur arus lalu lintas di lokasi jalan yang terban itu, menjalankan tugasnya dengan baik, bukan sebaliknya terkesan memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk mencari kesepakatan dalam kesempatan dengan cara melakukan punggutan liar,” ujar laki-laki yang akrab dipanggil Ir ini.
Hal yang sama juga dilontarkan para pengemudi kendaraan umum, travel dan mobil barang baik roda empat bak terbuka dan truk fuso dan colt dieasel. Menurut mereka, pungli yang sengaja dibiarkan ini, selain dapat merugikan masyarakat juga, bisa menghambat kelancaran lalu lintas bagi pengendara yang bolak-balik Sumbar Riau dan sebaliknya.
“Kami minta, Kapolda Sumbar turun tangan mengatasi kejadiannya ini karena dampak adanya pungli tersebut sangat merugikan masyarakat, utama pemakai jalan raya nasional Sumbar-Riau” ujar, Zulbadri, sopir truk colt diesel asal Padang.
Sementara, Kapolres Limapuluh, AKBP Tri Wahyudi, ketika diinformasikan terkait adanya pungli di lokasi jalan yang amblas tersebut, secara singkat menyebutkan akan melakukan pengecekan ke lokasi.
“Kita akan cek ke lapangan jika memang ada pungutan liar di lokasi jalan amblas tersebut,” ucapnya singkat ketika dihubungi melalui telpon seluler. (skt)

Post a Comment