Header Ads

test

Bongkar Pasang Median Jalan, Pemko Payakumbuh Menuai Kecaman Masyarakat

Pembangunan median jalan di Depan Mall Ramayana Payakumbuh. Foto : Postingan Ruswan Atra di Grup Facebook Forum Masyarakat Peduli Payakumbuh (FMPP).
PAYAKUMBUH, MINANGTERKINI- Kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh melakukan bongkar-pasang median jalan di depan Mall Ramayana atau tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Pusat Kota Payakumbuh, menuai kecaman dan protes, serta menjadi bahan gunjingan masyarakat. Kebijakan ini juga menjadi trending topic dan pembahasan hangat di jejaring sosial facebook.

Seperti diketahui, median pada ruas Jalan Sudirman tersebut, awalnya dibangun semasa pemerintahan Walikota Josrizal Zein di tahun 2009 atas persetujuan dari DPRD Kota Payakumbuh. Saat itu, median dibangun membentang sepanjang 200 meter di jalan Sudirman. Begitupun, median dibangun dengan   beton setinggi 30 cm dengan lebar 50 dan dihiasi dengan pagar stainless steel dengan tinggi mencapai 2 meter.

Meski sempat menghiasi  keindahan pusat Kota Payakumbuh serta sebagai pembatas jalur lalulintas pada ruas jalan tersebut, tetapi memasuki tahun 2013 awal dari pemerintahan Riza Fapeli, median malah dibongkar.

Belum dua tahun setelah di bongkarnya median atau pembatas jalur pada ruas jalan Sudirman itu,  kali ini Pemko setempat kembali memasang median permanen di lokasi yang sama. Pemasangan median  secara permanen itu sudah dimulai dikerjakan semenjak seminggu terakhir.

Dengan adanya bongkar pasang median di jalur utama arus lalulintas Kota Payakumbuh itu, turut mendapatkan sorotan dari kalangan masyarakat. Bahkan, sejumlah masyarakat menilai, dengan pemasangan kembali media jalan tersebut, malah terkesan adanya proyek akal-akalan yang dilakukan pemko Payakumbuh untuk kepentingan pribadi kalangan tertentu.


Seperti yang disampaikan Yudilfan Habib, aktivis Forum Peduli Luak Limopuluah, kepada wartawan, Rabu (3/12) kemarin. “Kita menduga, pembangunan median baru  ini, hanya akal-akalan pemko saja untuk kepentingan pribadi kalangan tertentu," cetusnya.

Dia sangat menyayangkan kebijakan pembongkaran median tersebut sebelumnya, yang kini justru dibuat baru kembali. "Padahal median yang lama masih layak untuk dimanfaatkan. Dan, dana pembangunan median bisa dialihkan untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. Ini yang tak kita mengerti dengan pemerintahan Riza Falepi saat ini,” tegasnya.

Habib juga menilai, kebijakan Pemko Payakumbuh tersebut adalah salah satu pemborosan daerah. “Kenapa malah dibongkar kalau ada rencana untuk membangun median kembali, ini salah satu pemborosan keuangan daerah.  Hal seperti ini yang sangat banyak terjadi," katanya.
 

Menjadi Trending Topik di Facebook

Kebijakan bongkar-pasang median jalan di depan Ramayana ini pun menjadi trending topik di jejaring sosial facebook, seperti grup Forum Masyarakat Peduli Payakumbuh (FMPP) yang dihuni 8.681 anggota.


Awalnya, salah seorang anggota dengan nama akun Ruswan Atra memposting sebuah status berikut foto pada tanggal 2 Desember pukul 15.25. Isinya, “Aku tidak mengerti. Dulu di zaman wako Darlis Ilyas Jln Sudirman depan Ramayana dibagi dua, dizaman wako Yos diganti dg besi nekel, dizaman Wako Reza dan Wandel didatarkan pembstas itu sekatang dibuat lagi pembatas spt dlm gambar dibawah Bongkar pasang bongkar pasa ng mari kita bertanya.”

Kontan saja, status tersebut langsung direspon beragam oleh anggota yang lain. Status itu disukai 46 akun dan mendapat 127 komentar. Namun, komentar yang muncul, rata-rata berbunyi kecaman.


Sejumlah komentar malah menuding kebijakan Pemko itu tak lebih dari akal-akalan semata untuk mendapatkan proyek bagi kalangan tertentu. Ada juga akun yang menyebut itu salah satu pemborosan yang bisa dikategorikan tindakan korupsi.


Seperti komentar yang disampaikan akun Edlen Syarkawi. “Pembangunan Kota Payakumbuh tidak punya rencana , dan perbuatan ini sudah korupsi seharusnya aparat hukum sudah masuk untuk memeriksa,” komentarnya.


Berbagai komentar dan tanggapan terhadap kebijakan Pemko seperti yang diposting Ruswan Atra di grup FMPP tersebut, hingga saat ini terus berlanjut.

Sekdako Mengaku tak Tahu


Sementara, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Benny Warlis, yang dikonfirmasi wartawan melalui telpon seluler, mengaku, tidak mengetahui adanya pembangunan median baru yang tengah dikerjakan di pusat Kota Payakumbuh. “Kita belum mengetahui pasti pembangunan median ini. Itu leading sektor dari dinas Perhubungan,” katanya singkat..

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh, Adrian, membantah adanya proyek akal-akalan dalam membangun median jalan tersebut. Dijelaskan, pembangunan median jalan merupakan salah satu upaya untuk merubah arus lalulintas di pusat Kota Payakumbuh.  Usai dibangunnya median tersebut, arus lalulintas di pusat Kota Payakumbuh akan dialihkan mengingat akan difungsikannya balaikota yang baru.

“Median yang dahulu cukup lebar sehingga mempersempit arus lalulintas. Maka terpaksa dilakukan pembongkaran. Tetapi dengan akan difungsikannya balaikota yang baru, terpaksa arus lalulintas kita alihkan sehingga nantinya mampu menghindari kemacetan,” ungkapnya yang juga dihubungi melalui telpon seluler.

Ditambahkan Adrian, median yang tengah dikerjakan tersebut, rencananya  jauh lebih ramping dan lebih panjang dengan median yang ada sebelumnya. “Median saat ini, dibangun dengan lebar 20 cm dan tinggi 30 cm dengan panjang hampir 1 kilometer. Membentang lurus dari dari jalan Sudirman tugu Adipura dipusat kota hingga ruas jalan Soekarno-Hatta. Atau dari Simpang Benteng hingga menjelang Restoran Pergaulan,” tandasnya. (skt)

Tidak ada komentar