Pasar Tradisional di Jalan Pemuda Bukittinggi Semrawut
![]() |
| SEMRAWUT: Pasar tradisional yang menjual aneka sayur-sayuran dan buah-buahan yang berlokasi di Jalan Pemuda, Kota Bukittinggi. Foto Rudi Arnel |
Hal itu diungkapkan Sutan Desam (42), salah seorang warga Bukittinggi, kepada minangterkini.com, Sabtu (29/11/2014).
“Apalagi dari pukul 5.30 Wib sampai waktu yang tidak ditentukan, pasar ini dipenuhi oleh penjual dadakan yang jumlahnya puluhan orang. Mereka membludak, bahkan memenuhi areal parkir Mall Banto Trade Centre. Mayoritas pedagangnya adalah kaum ibu,” bebernya.
Dikatakan Sutan, kondisi ini memicu macet bagi kendaraan yang hendak lewat di sana. Dia juga mempertanyakan kinerja Pemko Bukittinggi dan instasi terkait, karena dinilainya terkesan cuek melihat kondisi itu terjadi.
“Kita prihatin, apalagi rumah dinas Wakil Walikota Bukittinggi, Harmazaldi, juga terletak di Jalan Pemuda itu, hanya berjarak lebih kurang 200 meter. Apakah bapak-bapak itu tidak pernah melihat bagaimana kondisi pasar tradisional terutama di Wilayah Pasar Banto ini," cetusnya.
Salah seorang petugas parkir liar yang sempat dikonfirmasi minangterkini.com, juga mengatakan di lokasi pasar tradisional tersebut rawan macet, meskipun dia mengaku belum pernah melihat kecelakaan di tempat tersebut.
“Tapi kalau hampir jam delapan pagi, jalan ini sangat macet dan selama saya meminta jasa parkir selama 3 bulan ini belum pernah melihat penertiban oleh Satpol PP pada pagi seperti ini," ujarnya sambil menunjuk kepada para pedagang.
Sementara, Ni May (43), penjual pisang dari Canduang, salah seorang pedagang yang hampir setahun menjajakan dagangannya di lokasi tersebut, kepada media ini mengaku sudah terbiasa berjualan di sana, meskipun resiko yang dihadapi tidak ia hiraukan.
“Ya, kita terpaksa menggelar dagangan di sini. Mau kemana lagi kita berjualan. Dulu pernah di Jalan Soekarno Hatta kita berjualan, namun ada penertiban, jadi ya harus bergeser ke sini saja, cuma 20 meter kok,” ucapnya tersipu. (rudi)

Post a Comment