Header Ads

test

Tiga Batang Air di Payakumbuh Meluap, Sejumlah Nagari dan Kelurahan Tergenang Banjir

Debit air yaang tinggi dari luapan Batang Agam di Jembatan Ratapan Ibu, Pasar Ibuh. Foto Hen
PAYAKUMBUH, MINANGTERKINI- Hujan deras yang mengguyur Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota beberapa hari ini terakhir, membuat sejumlah wilayah nagari dan kelurahan yang ada di Luak Nan Bungsu itu tergenang banjir.

Banjir yang meluap dari aliran Batang Agam, Lampasi dan Sinamar termasuk dari anak-anak sungai dan saluran irigasi teknis itu selain merendam sawah, kebun dan rumah penduduk, juga mengancam rusaknya sejumlah proyek irigasi yang baru saja selesai dikerjakan pemborong.

Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Kota Payakumbuh, Jhoni Amir, kepada wartawan, Rabu (26/11) mengatakan, sedikitnya ratusan hektare sawah, tanaman perkebunan, kandang ayam dan kolam ikan masyarakat, puluhan rumah juga terkena genangan banjir yang tersebar di beberapa kecamatan.

Kecamatan terparah yang tergenang banjir, ujar Jhoni Amir, adalah kawasan Kecamatan Payakumbuh Timur dan Payakumbuh Barat dan Latina. Banjir terparah terjadi di Kelurahan Latina akibat meluapnya sejumlah anak sungai dan Bandar.

“Sedangkan di Kecamatan Payakumbuh Timur, meluap¬nya Batang Sikali. Di kedua kecamatan itu sedikitnya 300 hektare sawah masyarakat digenangi banjir. Sehingga puluhan hektare dikhawatirkan gagal panen. Kerugian akibat bencana alam banjir itu ditaksir ratusan juta rupiah,” ulasnya.

Sementara itu Kabid Tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Payakumbuh, Wal Asri, menuturkan, Batang Agam yang meluap telah mengenangi rumah warga di Kelurahan Daya Bangun.

“Perkambungan penduduk yang berada di aliran batang Agam itu, sebenarnya, telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Meski pemerintah sudah membangun batu beronjong untuk mengatasi luapan air, namun belum banyak membantu bila hujan turun lebat,“ katanya.  (skt)


Tidak ada komentar