Header Ads

test

Dibangun, Terowongan Balingka-Ngarai Sianok Sepanjang 4,9 Km

Panorama Ngarai Sianok Bukittingi
BUKITTINGGI, MINANGTERKINI- Proyek besar akan dilaksanakan di Kabupaten Agam dalam Tahun 2014 ini, yakni pembangunan terowongan Balingka-Ngarai Sianok sepanjang 4.999 meter. Dengan rincian, panjang terowongan  985 meter, panjang jembatan 60 meter, panjang cut and cover 300 meter dan panjang jalan 3.654 meter.

Terowogan ini akan menghubungkan Balingka Kevamatan IV Koto dengan Kota Bukittinggi sebagai jalan pendukung kelancaran arus lalulintas  dari Sumbar ke Sumut melalui jalur lintas tengah. Adapun biaya proyek ini diperkirakan sebesar Rp.882milliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)dengan waktu pelaksanaan  kontruksi selama 32 bulan.

Paparan tersebut dibacakan dalam acara Reses (rehat setelah sidang) Anggota DPRD Provinsi Sumbar Dapil III (Bukittinggi-Agam). Sebanyak 8 orang Anggota DPRD  melakukan reses ke Kabupaten Agam di rumah dinas Bupati Agam kawasan Belakang Balok Bukittinggi, Selasa (25/11). Dalam reses tersebut, pembangunan terowongan Balingka-Ngarai Sianok menjadi salah satu tema yang dibahas.

Menurut  penjelasan Asisten I Pemkab Agam Martias Wanto, Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dan survei lokasi pembangunan terowongan Balingka Ngarai Sianok ini telah selesai diurus, begitu juga dengan grand design juga telah dipersiapkan oleh pemerintah pusat. Pembangunan terowongan itu sendiri dimulai pada tahun 2014 ini, yang diawali dengan negosiasi pembebasan lahan warga.

“Ada sekitar 167 kepala keluarga yang terdampak dalam pembangunan ini dan pada tahun ini kami akan menyelesaikan permasalahan pembebasan lahan. Nilai rupiah untuk pembebasan lahan ini belum dihitung, namun pastinya akan disesuaikan dengan undang-undang baru, undang nomor 2 tahun 2012,” jelas Martias Wanto.

Lebih lanjut iamengatakan,jika pembangunan terowongan itu telah selesai, maka akan membantu mengatasi kemacetan dari kawasan Sicincin hingga Gadut Kecamatan Tilatang Kamang Agam, karena terowongan dan jalan yang akan dibangun itu akan dimulai dari kawasan Simpang Malalak menuju kawasan Gadut Agam. “Bisa jadi ini akan menjadi jalan utama karena lebarnya mencapai 24 meter," ungkapnya.

Terkait kegiatan reses itu, Wakil Ketua DPRD Sumbar Darmawi mengatakan, untuk melakukan pembangunan di kawasan Kabupaten Agam, dibutuhkan sinkronisasi antara Pemerintah Kabupaten Agam dengan DPRD Provinsi dan DPR RI, agar semua perencanaan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Agam bisa terealisasi.

“Banyak uang yang bisa ditarik dari pusat. Kami tidak akan gamang menarik dana pusat ke Sumbar, karena di DPR RI ada Ade Rezki Pratama yang siap berjuang untuk membangun infrastruktur di Sumbar. Sepanjang pembangunan itu tidak ke luar dari aturan, kami dari DPRD Sumbar akan mendukungnya,” jelas Darmawi.

Sementara itu, Koordinator Rombongan Reses Aristo Munandar mengatakan, reses ke Kabupaten Agam ini dilakukan untuk menjemput aspirasi pemerintah daerah yangdiharapkan bisa didukung oleh DPRD tingkat provinsi.

“Kami kan masih baru di DPRD Sumbar, jadi kami ingin mengetahui apa rencana Pemerintah Kabupaten Agam yang kami harapkan bisa diberi dukungan. Sebab itu, kami bersama-sama di dapil Agam ini ingin mengetahuinya dengan cara jemput bola. Yang paling penting, reses ini merupakan awal pertemuan kami, meski secara pribadi kami telah saling mengenal,” jelas Aristo. (Rudi)

Tidak ada komentar