Header Ads

test

Wako Payakumbuh Sampaikan Nota APBD 2015

PAYAKUMBUH, MINANGTERKINI– Sidang paripurna DPRD sepanjang, Rabu (5/11) sepertinya benar-benar melelahkan bagi wakil rakyat yang duduk di lembaga DPRD Kota Payakumbuh.
Betapa tidak, usai ketok palu dan penandatanganan nota persetujuan APBD Perubahan 2014, dilanjutkan dengan sidang paripurna penyampaian nota keuangan Rancangan APBD Kota Payakumbuh 2015. 
 
Walikota Riza falepi dalam pidatonya mengatakan bahwa,  ABPD bukanlah hanya berkaitan dengan tambahan besaran angka-angka pendapatan dan belanja daerah. Tapi sejatinya, APBD tersebut digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan pembangunan dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
 
Diakui Riza Falepi, tiga tahun terakhir tantangan yang dihadapi tidak ringan, tapi pembangunan Kota payakumbuh tetap dapat dijalankan dan dioptimalkan dengan segenap semangat, kekuatan dan sumber daya yang ada. 
 
Dijelaskan, indikator-indikator pembangunan menunjukan bahwa masyarakat Kota Payakumbuh mengalami peningkatan kesejahteraan setiap tahunnya, baik secara kuantitas maupun secara kualkitas. 
 
Berdasarkan data BPS, aku Riza Falepi, pertumbuhan ekonomi Kota Payakumbuh pada tahun 2009 pada tahun 2009 sebesar 5,80 persen dan pada periode 2010-2013 dengan kisaran rata-rata 6,67 persen. 
 
“Kondisi pertumbuhan ekonomi Kota Payakumbuh ini, tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat dan pertumbuhan ekonomi Nasional pada umumnya,” sebut Riza Falepi.
 
Diungkapkan Riza Falepi, peningkatan  kesejahteraan ini berdampak pada penurunan angka kemiskinan Kota Payakumbuh, dimana pada tahun 2013 angka kemiskinan di Kota Payakumbuh mencapai 8,4 88 persen turun dari 9 persen pada tahun 2012. 
 
Lebih jauh dijelaskan Riza Falepi, Rancangan APBD Kota Payakumbuh Tahun Anggaran 2015, kebijakan Pemko Payakumbuh masih tetap mengedepankan 9 prioritas pembangunan Kota Payakumbuh  yang tertuang pada RPJMD Kota Payakumbuh.
 
“Adapun prioritas pembangunan tersebut adalah peningkatan pemerataan dan kualitas pendidikan, pengedepankan pemerintahan yang baik, meningkatkan pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis UMKM. Meningkatan derajat kesehatan masyarakat, meningkatan iman dan taqwa, menurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran. Meningkatan  sarana dan prasana, meningkatan kualitas lingkungan hidup dan peningkatan pariwisata dan budaya daerah,“ sebutnya. 
 
Adapun Rencana Pendapatan Asli Daerah 2015 adalah sebesar Rp 69.955.234,995,- . Berarti, terjadi kenaikan sebesar 14,74 persen dibandingkan tahun anggran 2014 dimana sebesar Rp 69.955.234,995, berarti terjadi kenaikan sebesar 14,74 persen dibandingkan tahun anggran 2014 dimana pada APBD 2014   sebesar Rp 60.965.911.396. (sakti)  

Tidak ada komentar