Header Ads

test

Komisi B DPRD Payakumbuh Tinjau RPH dan Pasar Ternak

# Chandra Setipon: Kita Akan Dorong Provinsi Untuk Berdayakan RPH


Ketua Komisi B DPRD, Chandra Setipon, (pakai topi koboi) bersama rombongan    dan Kadis Perikanan dan Peternakan Payakumbuh, saat meninjau pengolahan pakan ikan di Koto Panjang.
PAYAKUMBUH, MINANGTERKINI- Anggota Komisi B DPRD Kota Payakumbuh meninjau Rumah Potong Hewan (RPH), pengolaan pakan ikan, Pasar Ternak dan Balai Benih Ikan (BBI), Minggu 23/11) kemarin. Rombongan DPRD itu didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Payakumbuh Devi Sastra, Kabid Perikanan Kurnia Iskandar serta sejumlah stafnya. 

Komisi B di bawah komando Chandra Setipon saat mengunjungi Rumah Potong Hewan (RPH) di kawasan Koto Panjang, Kecamatan Payakumbuh Timur tersebut mengatakan, ia bersama anggota Komisi B lainnya akan mendorong pihak terkait provinsi, agar rumah potong hewan itu bisa segera diberdayakan. 

"Kita dorong pihak dinas terkait provinsi untuk memberdayakan RPH ini. Caranya, di samping melalui fraksi masing-masing yang duduk di provinsi, dan juga lobi-lobi lainnya. Yang jelas, kami Komisi B minta RPH itu segera diberdayakan," katanya didampingi Wakil Ketua Komisi B Edward DF dan Bendahara Wulan Denura.

Selain meninjau RPH, Chandra Setipon yang ketika itu juga didampingi anggota Komisi B lainnya Hendri Wanto, dan Ridwan, juga meninjau tempat pengolahan pakan ikan yang letaknya berdampingan dengan RPH.

"Kita harapkan kedepan pakan ikan bisa kita produksi sendiri tanpa membelinya dari pabrikan asal Medan Provinsi Sumut itu. Untuk penambahan anggaran 2015 akan kita bicarakan setelah ini," harap Chandra Setipon yang pernah maju menjadi calon wawako beberapa waktu lalu itu.

Dia berjanji, pihaknya akan melanjutkan aspirasi dari pedagang dan petugas Pasar Ternak. Semisal, kurangnya air bersih, lahan parkir, dan los Kambing yang letaknya masih diluar area, serta masukan lainnya terkait kemajuan pasar ternak Payakumbuh kedepannya.

"Kita akan bahas aspirasi yang dikatakan oleh pimpinan UPTD Pasar Ternak Koto Panjang. Harapan kita bersama, pada 2015 mendatang, Pasar Ternak Koto Panjang, Payakumbuh ini jadi pasar ternak terhigienis di Sumbar," timpal Edward DF dan Wulan Denura.

Semetara itu, Kadis Perikanan dan Peternakan Devi Sastra mengatakan, pihaknya saat ini butuh dana untuk menambah sarana dan prasarana berkisar Rp 500 Juta di area Pasar ternak itu. Untuk pihaknya meminta anggota Komisi B memperjuangkan aspirasinya itu. "Kita butuh suntikan dana berkisar Rp 500 Juta untuk fasilitas disini," katanya yang diamini Kepala UPTD Pasar Ternak Payakumbuh Syafrizal. 

Pada sisi lain, Kabid Perikanan Kurnia Iskandar mengatakan, pihaknya bisa mengolah pakan ikan yang tidak kalah mutu dari pabrikan asal Medan. Hanya saja kata Kurnia Iskandar sarana penunjang masih minim. Untuk itulah pihaknya mengajukan berbagai tambahan sarana di tempat pengolahan pakan ikan tersebut.

"Saat ini kita sudah buat pakan ikan, tapi produksinya belum banyak. Hanya bisa produksi 20 Ton dalam sebulan. Sedangkan untuk bahan baku, terdiri dari tepung ikan lokal, mineral. Kemudian dicampurkan dengan roti basi kering, darah ternak dan air kelapa yang sudah di fermentasi. Untk budidaya ikan mungkin kita kalah dari daerah lainnya, tapi mutu yang harus kita jaga, tentunya dari pakan ikan yang kita hasilkan nanti," terang Kurnia Iskandar. (skt)



Tidak ada komentar