Header Ads

test

Puisi-puisi Karya Nova

Nova
Butiran Tak Bertuan
(untuk Dian Safa)
Karya: Nova

Terkadang aku terpaku,
saat butiran matamu,
mematahkan elegi pagi; semangat,
yang biasanya tak sepintas ku yang tahu.

Akhir-akhir ini rasa ingin tahuku,
menyeruak dalam benak,
ingin mengetahui tapi tak ingi tahu pasti.
Hanya mendoakan yang ku jabarkan
dalam lisan tak bertulang.

Bilang padaku, apa yang terjadi
Sehingga gelombang otakku tak terseruak dalam
Pesona kedukaan,
Engkau sedih, akupun juga lebih dari kesedihanmu.
Mitra yang bersahaja,
Memanahkan selama ini
semangat yang dibaluti dalam nilai sobat.

Jangan menangis lagi,
Hatiku tak sanggup melihat matamu
Meneteskan kesedihan yang juga tak kupahami.
Engkau berjalan menahan segudang kata; menyesak, menyakiti, geram, dan lagi-lagi sedih.


Safasindo FM, 10 Nov 2014



Pesona Masa Lalu
Karya: Nova

Jangan tanya bagaimana masalalu ku dulu.
Masa pencarian jati diriku yang sempat tak semulus orang
yang kutemui dengan mata tak menjuling.

Jangan tanya bagaimana bentukku dulu,
sehingga sempat hinaan yang tak pantas
memerdekakan kebujangan ku pada buhul 12 senti nafasku; oksigen.
Tapi tanyalah aku, sejauh mana mataku
memandang langit yang terkadang tak sesuai dengan keadaan hatiku saat itu.

Jika kau ingin mengetahui,
Siapa aku dalam sejarah hidupku di silam waktu,
Maka ku jawab,
selangkah yang lalu kau masih bisa bersamaku
dalam selimut kedukaan, kesenangan, dan permusuhan.

 
Safasindo FM, 10 Nov 2014



Profil Penulis

Nova, lahir di Payakumbuh 19 Juli 1982.  Sehari-hari bekerja sebagai Penyiar Radio Safasindo FM, Guru dan Koordinator Sumatera Barat dalam penulisan Feature dan penulis lepas dibeberapa Koran dan media online, selain itu juga sebagai motivator untuk anak sekolah dan mahasiswa serta guru. Sebagian puisi telah tergabung kedalam Antologi Puisi Episod Pacar Merah Sumatera Barat, Antalogi Puisi Pesona Gemilang Musim Pekanbaru, Antalogi Pahlawan. Meraih PPWI Award 2011 Padang Panjang dalam bidang Feature, dan mendapatkan pendidikan kemiliteran di KOPPASUS Cijantung serta satu-satunya perempuan se-Indonesia dalam pelatihan jurnalis di markas Kopassus. Sebagian puisi sering dibacakan dalam acara-acara besar Islam, dan Nasional.  Sekarang menetap dikampung halaman. Jln Mentilan No. 31 Ling III RT 001/ RW 003, Payakumbuh Utara, Sumatera Barat

Tidak ada komentar