Jalan Tanjung Pauh Terban, Akses Limapuluh Kota - Pekanbaru Putus Total
![]() |
| Jalan terban sepanjang 100 meter di Jorong Pasar Buyuah Kenagarian Tanjung Pauh, Pangkalan, Limapuluh Kota. Foto Muhammad Iqbal Permata |
Kejadian sekitar pukul 03.00 WIB, Selasa (18/11) tadi pagi. Lokasi longsor tepatnya terjadi di sekitar 8 Km dari perbatasan Sumbar-Riau, tepatnya di Jorong Pasar Buyuah Kenagarian Tanjung Pauh, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumbar atau berjarak 115 km dari arah Pekanbaru menuju Payakumbuh.
Kapolres Limapuluh Kota AKBP Tri Wahyudi yang dikonfirmasi minang-terkini.com melalui telpon selulernya, mengatakan, kejadian terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, Selasa (18/11) tadi pagi.
“Longsor terjadi pada pukul 03.00 Wib dinihari tadi yang menyebabkan jalan hancur dan terban ke jurang. Akibatnya akses jalan dari Limpuluh Kota menuju Pekanbaru terputus total dan tidak bisa dilewati apapun jenis kendaraannya, seperti roda dua dan roda empat,” ungkapnya.
Menurut Kapolres, kerusakan jalan cukup parah karena jalan retak-retak dan amblas ke dalam jurang. Jalan yang mengalami kerusakan sekitar 100 meter dengan lebar 7,1 meter dengan terban mencapai 10 meter ke dalam jurang,” ujar Kapolres.
Dikatakan, akibat kerusakan jalan tersebut diperkirakan butuh 3 hari untuk perbaikan. “Tadi kita sudah berada di lokasi bersama Dinas PU Kabupaten Limapuluh Kota. Diperkirakan perbaikan memakan waktu tiga hari, karena dibutuhkan gorong-gorong pipa baja yang mesti didatangkan dari Kota Padang,” jelas Tri.
Tri Wahyudi mengimbau kepada pengemudi atau mobil dari arah Sumbar yang sudah terlanjur mendekati lokasi longsor, disarankan untuk kembali dan menggunakan jalur alternatif dengan melewati jalur Kiliran Jao Kabupaten Sijunjung.
“Sementara, bagi pengendara yang datang dari Pekanbaru diminta Kapolres untuk berkordinasi dengan Polres Kampar. Atau sebaiknya bagi pengendara yang terlanjur sampai di XIII Koto Kampar, diimbau untuk memutar kendaraannya melewati jalur Kubang, Lipat Kain menuju Kuansing,” imbaunya.
Sementara, Bobi Siswanto, salah seorang saksi mata di lokasi yang dikonfirmasi minangterkini.com melalui saluran handphone, mengatakan, jalan maram atau terban itu berlokasi tepatnya sepanjang lebih kurang 100 meter pada bekas tanah timbunan antara Rumah Makan (RM) Sibur (tempat mangkalnya PO Yanti) dan RM Sibur II (lokasi mangkalnya truk).
“Saat ini pihak kepolisian dari Polres Limapuluh Kota ditambah pihak terkait dari pemerintah setempat sudah turun ke lokasi tidak lama pasca kejadian. Polisi dibantu pemuda dan masyarakat terus berupaya mengatasi kemacetan di lokasi jalan terputus tersebut,” bebernya. (sakti)

Post a Comment