Gerakan Payakumbuh Bersatu Buktikan Kreativitas Anak Muda
”Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali!” – (Tan Malaka). Agaknya pernyataan Tan Malaka itu mulai ‘menggigit’ dan memacu adrenalin generasi penerus Kota Payakumbuh untuk berbuat dan berkreativitas.
PAYAKUMBUH, MINANGTERKINI- Kini kaum muda Payakumbuh mulai menggeliat dengan membuat Gerakan Payakumbuh Bersatu. Salah satu yang menyemangati dan menginspirasi mereka tentunya adalah Pejuang Kebangsaan yang berasal dari Payakumbuh itu, yaitu Tan Malaka.
Hal itu tidak dipungkiri para penggerak Gerakan Payakumbuh Bersatu, Adal Bonai, Abdullah Mart Wisa, Yohannes Arnaz, Fadli Riansyah Putra, Ihsan Ramosta, kepada minangterkini di Payakumbuh, Selasa (11/10) kemarin.
Menurut pengakuan mereka, dalam beberapa bulan terakhir Gerakan Payakumbuh Bersatu ini mulai intens membuat gerakan positif. Diantaranya kegiatan Payakumbuh Bersatu untuk Palestina dengan tagline, ““Ini Bukan Masalah Agama tapi Masalah Kemanusiaan” – Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk penggalangan dana dan pentas musik, pekan terakhir Juli 2014 yang lalu.
Di bulan Agustus, bulan kemerdekaan Indonesia mereka menggelar kegiatan, Payakumbuh untuk Ibu Pertiwi dengan tagline, ““1 Cinta, 1 Rasa, 1 Indonesia Raya.” – dengan pokok acara pemutaran film.
Di bulan Pemuda, Oktober 2014, Gerakan Payakumbuh Bersatu menggelar kegiatan diskusi kebangsaan yang juga dilengkapi dengan acara musik.
Dan baru-baru ini di bulan November, bulan Pahlawan Nasional, berkolaborasi dengan Forum Mahasiswa Kota Payakumbuh (FMKP) dan Gabungan Pelajar SMU & SMK Kota Payakumbuh, mereka juga menggelar diskusi dengan tagline “Padamu Pahlawan Kami Mengadu” (9 November 2014). Esok harinya dilanjutan dengan kunjungan ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa.
Dan secara administrasi kegiatan mereka terdokumentasi dengan baik, meski mereka mengaku kegiatan yang mereka gelar sepertinya kurang publikasi, mereka mengaku tak gundah
“Tak ada berita dari media, tak terdengar tanggapan dari Pemerintah Kota dan juga para Wakil Rakyat di DPR-D Payakumbuh, itu bukan halangan bagi kami. Kami ingin membuktikan bahwa kami bisa, berbuat untuk masyarakat, untuk daerah, untuk bangsa dan negara. Kami adalah penerus cita-cita pejuang bangsa,” tegas Adal Bonai yang diiringi sorak serentak penuh semangat kawan-kawannya.
Menariknya, para pemuda-pemudi ini menggelar acara dari kafe ke kafe. Gerakan Payakumbuh Bersatu sendiri mempunyai markas (base camp) di RED KOPMIL Cafe, Pakan Selasa – Payakumbuh. Sebuah nuansa baru yang berbalut kreativitas dengan tetap memengang teguh semangat kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme.
“Apapun lah, keep moving, tetaplah bergerak. Kami pemuda terlahir dan berjuang demi bangsa dan negara,” janji mereka. (sakti)
PAYAKUMBUH, MINANGTERKINI- Kini kaum muda Payakumbuh mulai menggeliat dengan membuat Gerakan Payakumbuh Bersatu. Salah satu yang menyemangati dan menginspirasi mereka tentunya adalah Pejuang Kebangsaan yang berasal dari Payakumbuh itu, yaitu Tan Malaka.
Hal itu tidak dipungkiri para penggerak Gerakan Payakumbuh Bersatu, Adal Bonai, Abdullah Mart Wisa, Yohannes Arnaz, Fadli Riansyah Putra, Ihsan Ramosta, kepada minangterkini di Payakumbuh, Selasa (11/10) kemarin.
Menurut pengakuan mereka, dalam beberapa bulan terakhir Gerakan Payakumbuh Bersatu ini mulai intens membuat gerakan positif. Diantaranya kegiatan Payakumbuh Bersatu untuk Palestina dengan tagline, ““Ini Bukan Masalah Agama tapi Masalah Kemanusiaan” – Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk penggalangan dana dan pentas musik, pekan terakhir Juli 2014 yang lalu.
Di bulan Agustus, bulan kemerdekaan Indonesia mereka menggelar kegiatan, Payakumbuh untuk Ibu Pertiwi dengan tagline, ““1 Cinta, 1 Rasa, 1 Indonesia Raya.” – dengan pokok acara pemutaran film.
Di bulan Pemuda, Oktober 2014, Gerakan Payakumbuh Bersatu menggelar kegiatan diskusi kebangsaan yang juga dilengkapi dengan acara musik.
Dan baru-baru ini di bulan November, bulan Pahlawan Nasional, berkolaborasi dengan Forum Mahasiswa Kota Payakumbuh (FMKP) dan Gabungan Pelajar SMU & SMK Kota Payakumbuh, mereka juga menggelar diskusi dengan tagline “Padamu Pahlawan Kami Mengadu” (9 November 2014). Esok harinya dilanjutan dengan kunjungan ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa.
Dan secara administrasi kegiatan mereka terdokumentasi dengan baik, meski mereka mengaku kegiatan yang mereka gelar sepertinya kurang publikasi, mereka mengaku tak gundah
“Tak ada berita dari media, tak terdengar tanggapan dari Pemerintah Kota dan juga para Wakil Rakyat di DPR-D Payakumbuh, itu bukan halangan bagi kami. Kami ingin membuktikan bahwa kami bisa, berbuat untuk masyarakat, untuk daerah, untuk bangsa dan negara. Kami adalah penerus cita-cita pejuang bangsa,” tegas Adal Bonai yang diiringi sorak serentak penuh semangat kawan-kawannya.
Menariknya, para pemuda-pemudi ini menggelar acara dari kafe ke kafe. Gerakan Payakumbuh Bersatu sendiri mempunyai markas (base camp) di RED KOPMIL Cafe, Pakan Selasa – Payakumbuh. Sebuah nuansa baru yang berbalut kreativitas dengan tetap memengang teguh semangat kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme.
“Apapun lah, keep moving, tetaplah bergerak. Kami pemuda terlahir dan berjuang demi bangsa dan negara,” janji mereka. (sakti)

Post a Comment