Header Ads

test

Bergeraklah Mencari Rizki Supaya Tidak Miskin

Oleh : Saiful Guci
KEMARIN siang,  saya membuka pelatihan keterampilan berusaha bagi keluarga miskin, sebuah Program Pemberdayaan Fakir Miskin (P2FM)  melalui  mekanisme Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (BLPS)  melalui pendekatan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) bertempat di ruangan PKK Limapuluh Kota.

Rakyat miskin banyak terlihat di depan mata. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.

Memperhatikan akar kata "miskin" yang disebut di atas  sebagai ketidak mampuan yang berarti  diam atau tidak bergerak diperoleh kesan bahwa faktor utama penyebab kemiskinan adalah sikap berdiam  diri,  enggan, atau  tidak  dapat  bergerak dan berusaha. Keengganan berusaha adalah   penganiayaan   terhadap    diri    sendiri,    sedang ketidakmampuan    berusaha   antara   lain   disebabkan   oleh penganiyaan  manusia  lain.


Ketidakmampuan   berusaha   yang disebabkan oleh orang lain diistilahkan pula dengan kemiskinan struktural. Kesan ini lebih jelas lagi bila diperhatikan bahwa jaminan rezeki yang dijanjikan Tuhan, ditujukan kepada makhluk yang dinamainya  dabbah,  yang  arti  harfiahnya  adalah  yang bergerak.

“‘Tidak ada satu dabbah pun di bumi kecuali Allah yang    menjamin rezekinya “ (QS Hud [11]: 6).

Ayat ini "menjamin" siapa yang aktif bergerak mencari  rezeki, bukan yang diam menanti. Lebih tegas lagi dinyatakannya bahwa, “    Allah telah menganugerahkan kepada kamu segala apa yang    kamu minta (butuhkan dan inginkan). Jika kamu    mengitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak mampu    menghinggakannya. Sesungguhnya manusia sangat aniaya    lagi sangat kufur (95 Ibrahim [14]: 34).

Sumber daya alam yang disiapkan Allah untuk umat manusia tidak terhingga  dan tidak terbatas. Seandainya sesuatu telah habis, maka ada alternatif lain yang disediakan Allah selama  manusia
berusaha.  Oleh  karena  itu,  tidak  ada alasan untuk berkata bahwa sumber daya alam terbatas, tetapi sikap manusia terhadap pihak   lain,   dan  sikapnya  terhadap  dirinya  itulah  yang menjadikan sebagian manusia tidak memperoleh sumber daya  alam tersebut.

Kemiskinan   terjadi  akibat  adanya  ketidakseimbangan  dalam perolehan  atau  penggunaan  sumber  daya   alam   itu,   yang diistilahkan  oleh  ayat  di  atas  dengan  sikap aniaya, atau karena keengganan manusia menggali sumber daya alam itu  untuk mengangkatNya  ke  permukaan,  atau untuk menemukan alternatif pengganti. Dan kedua hal  terakhir  inilah  yang  diistilahkan oleh ayat di atas dengan sikap kufur.

*****
Program Pemberdayaan Fakir Miskin merupakan suatu program pendidikan, pembimbingan dan pengarahan kepada keluarga fakir miskin, agar mau dan mampu menjangkau fasilitas dan kemudahan pembangunan yang tersedia untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarganya.

Program Pemberdayaan Fakir Miskin didasarkan pada pendekatan “Pembangunan Bertumpu Pada Kelompok” (community based development approach).  Pendekatan pada kelompok ini didasarkan atas dasar kesamaan tujuan, kesamaan kegiatan, kesamaan domisili, yang pada dasarnya mengarah pada efisiensi, efektivitas serta mendorong tumbuh dan berkembangnya capital social (modal sosial). Kelompok Usaha Bersama (KUBE) bukan sebagai tujuan, tetapi sebagai wadah/organisasi dalam mengelola  Usaha Ekonomi Produktif.

Melalui kegiatan pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Limapuluh Kota dilakukan Bimbingan teknis untuk 10 kelompok KUBE-FM bagaimana BERTERNAK ITIK YANG BAIK, yang merupakan usaha secara berkelompok untuk mengentaskan kemiskinan mereka yang akan diberikan bantuan 100 ekor untuk satu kelompok.

Saya menutupnya dengan kalimat ITIK ( Ingat Telur Itu Keluar) , apabila tidak ada lagi yang keluar berarti pemeliharaan ,makananya yang tidak baik. Dan contohlah itik yang selalu bergerak mencari makan apabila pagi telah tiba dan pulang disore hari dengan membawa telur.
Jangan kalah dengan itik, maka bergeraklah selalu dalam upaya mencari reZki. Kemiskinan bukan warisan.
 


Saiful Guci – Pulutan, 14 November 2014

Tidak ada komentar