Header Ads

test

Sejumlah Mantan Pejabat Lebaran di LP

IndahnyaLebaran bersama keluarga dan sanak famili di rumah tak dapat dirasakan sejumlah mantan pejabat yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Muara Padang. Merekaterpaksa berlebaran dan Shalat Id di balik jeruji besi LP Kelas II Muara Padang.
Adapun mantan pejabat itu bekas Direktur Utama PDAM Padang Azhar Latif,mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Dharmasraya Busra,mantan Sekkab Solok Selatan, Adril Datuk Bandaro Kuning dan lainnya.
"Masih banyak lagi pejabat yang merayakan Lebaran di LP, saya sendiri tidak terlalu ingat," kata Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Muara Padang, Darwan kepada Padang Ekspres kemarin.
Sementara itu, Maidestal Hari Mahesa, anggota DPRD Padang terbilang beruntung dibandingkan para mantan pejabat tersebut. Sebab, Mahesa sudah bisa menghirup udara bebas kemarin, setelah menjalani hukuman lima bulan penjara dalam kasus pengrusakan aset negara di DPRD Padang tahun 2012 lalu.
Menariknya, Mahesa dijemput seratusan ibu-ibu anggota posyandu ke LP kemarin.
Maidestal Hari Mahesa memeluk istri dan anaknya saat keluar dari LP Muara Padang kemarin. FOTO: Sy Ridwan/Padang Ekspres
Kepada pers, Mahesa menganggap selama di penjara menjadi ajang perenungan bagi dirinya. "Banyak hal yang didapatkan. Yang jelas, di dalam sana saya menyesali dosa-dosa yang diperbuat," kata pria yang juga terpilih kembali menjadi anggota DPRD Padang ini.
Selama dalam penjara, dia merasa lebih dekat dengan Allah SWT. Ilmu agama dan kemasyarakatan semakin banyak didapat. Setelah keluar, dia merasa lebih berkarakter dan ingin lebih mengabdi.
"Banyak hikmah yang saya dapatkan di dalam penjara. Penyadaran diri merupakan hal yang utama yang dirasakan," ujar Mahesa yang kembali terpilih menjadi anggota DPRD Padang periode 2014-2019 ini.
Mahesa mengakui selama di penjara tidak banyak mendapatkan informasi politik terkini. "Saya juga mencoba untuk mendapatkan informasi politik di luar penjara ini. Terkadang, hanya koran saja yang bisa saya dapatkan. Itu pun tidak setiap hari," ujarnya.
Mahesa sendiri tidak menyangka bisa mendulang suara banyak di LP. Dari 900 warga binaan yang memiliki hak pilih, dia meraih 600 suara. Belum lagi dari pemilih di dapil V.
"Hanya syukur yang bisa saya ucapkan. Masyarakat masih mempercayai saya menjadi wakil rakyat," katanya.
Salah seorang kader posyandu, Rita mengaku senang keluarnya tokoh muda ini.
338 Napi Dapat Remisi
Pada momen Hari Raya Idul Fitri, para warga binaan di LP kelas II Muara kembali mendapat remisi. Kemarin (24/7), 338 orang dari berbagai kasus telah diusulkan untuk menerima remisi.
Darwan mengatakan, warga binaan yang mendapatkan remisi tersebut akan diumumkan pada H-1 Lebaran dan terhitung 1 Syawal.
"Yang 338 ini hanya usulan dan belum mendapatkan SK dari Kemenkum HAM. Bisa semuanya yang menerima bisa juga tidak. Kalau jumlah warga binaan dan tahanan sekarang ada 851 orang. Untuk grasi warga binaan tidak mendapatkannya," ungkap Darwan kemarin.
Dia mengatakan, kriteria penerima remisi ini adalah warga binaan yang telah menjalani masa hukuman paling lama 6 bulan, berkelakuan baik, dan sudah dieksekusi jaksa. "Jika masih berstatus tahanan titipan, otomatis tidak akan menerima remisi," ujarnya.
Untuk perayaan 17 Agustus nanti, tahanan juga akan menerima remisi. "Untuk 17 Agustus ada 364 warga binaan yang diusulkan," ucapnya.
Remisi yang didapatkan bervariasi, mulai pengurangan 15 hari hukuman hingga 2 bulan. "Ada yang 15 hari, ada 1 bulan, ada 1,5 bulan dan maksimal dua bulan. Untuk 17 Agustus nanti ada yang menerima 6 bulan remisi. Yang berkelakuan baik, besar harapan akan mendapatkan remisi," ungkapnya. (Sumber)

Tidak ada komentar